Langkah-langkah Metode Ilmiah dan Pengertiannya Lengkap

Langkah-langkah Metode Ilmiah – Metode ilmiah bila diterjemahkan ke dalam bahasa inggris adalah scientific method; merupakan sebuah proses berpikir dalam rangka memecahkan suatu masalah secara sistematis, empiris, dan terkontrol.

Secara jelas metode ilmiah ialah suatu langkah-langkah yang ditempuh oleh peneliti untuk menjawab dan menyelesaikan pertanyaan-pertanyaan terkait masalah-masalah dan rasa ingin tahunya terhadap fenomena atau kejadian yang terjadi.

Sehingga metode yang diambil menghasilkan jawaban yang objektif serta akurat, valid, dapat dipertanggung jawabkan, dan diterima secara universal.


Pengertian Metode Ilmiah


langkah-langkah metode ilmiah
naturalphilosophy.org

Metode ilmiah atau scientific method ini dikembangkan oleh Francis Bacon; metode ilmiah ini sering juga disebut sebagai metode induktif. Scientific Method telah banyak dipakai oleh para peneliti untuk mencari solusi dan memecahkan masalah-masalah yang ada.

Secara sederhana, metode ilmiah ini adalah cara bagi para saintis untuk merumuskan solusi dari masalah yang dihadapi.

Tentu, melalui tahapan-tahapan antara lain:

  1. Merumuskan masalah
  2. Penyusun hipotesis
  3. Mengumpulkan data
  4. Melakukan percobaan untuk menguji hipotesis
  5. Menarik kesimpulan

Peneliti atau saintis bekerja dengan mengembangkan metode dan sikap ilmiah. Sikap ilmiah tersebut adalah rasa ingin tahu dan mengembangkan keingintahuan, terbuka, dan jujur terhadap fakta.

Metode ilmiah pada umumnya selalu diawali dengan rumusan masalah lalu dilanjutkan dengan pengumpulan data dan melakukan observasi atau pengamatan; objeknya bisa merupakan kejadian yang terjadi secara berulang-ulang, atau yang lainnya.

Diperlukan kemampuan mengamati yang cermat, sebab pengamatan yang cermat sangat penting bagi para saintis atau peneliti agar kesimpulan yang dihasilkan akurat dan tepat guna.

Semua informasi yang diperoleh tersebut kemudian dinamakan dengan petunjuk empiris. Petunjuk empiris ini bisa dikembangkan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan.

Kemudian, bila ditemukan pertanyaan yang sulit untuk dijawab, seorang saintis akan mencari sumber pengetahuan yang lain, baik itu dari pendapat saintis lain atau dari literatur-literatur di perpustakaan.

Pada saat pencarian sumber tersebut, biasanya saintis sudah merancang sebuah hipotesis yang mungkin menjadi jawaban dari pertanyaan sulit tadi.

Selanjutnya, untuk mengetahui apakah hipotesisnya benar atau salah, seorang saintis melakukan tahap yang disebut percobaan atau eksperimen.

Sebuah percobaan dalam metode ilmiah valid bila bisa diuji / dibuktikan ulang, baik oleh saintis itu sendiri maupun oleh saintis lainnya.

Apabila dalam beberapa kali penelitian hasil yang didapat tetap mendukung hipotesis yang sudah disusun, maka hipotesis tersebut kemudian menjadi sebuah teori yang ilmiah.

Kebenaran suatu teori akan terus diuji dan menjadi tantangan bagi para saintis untuk melakukan penelitian lanjutan. Teori yang telah lulus uji secara terus menerus dengan hasil yang tidak terbantahkan / konsisten, kemudian disebut hukum ilmiah.

Untuk penjelasan lebih sistematis, beginilah urutan langkah-langkah metode ilmiah yang baik dan benar.

Metode Ilmiah adalah Proses Berpikir untuk Memecahkan Masalah

metode ilmiah untuk memecahkan masalah

Metode ilmiah berangkat dari sebuah permasalahan yang perlu dicari pemecahan atau jawabannya. Proses berpikir ilmiah dalam langkah-langkah metode ilmiah tidaklah berangkat dari sebuah simpulan, apalagi asumsi; bukan pula berdasarkan  fakta khusus atau data.

Proses berpikir dalam rangka mencari jawaban atas sebuah permasalahan lebih berdasar kepada masalah nyata.

Maka dari itu, untuk memulai suatu langkah-langkah metode ilmiah, hal pertama-tama yang harus dirumuskan adalah masalah apa yang sedang dihadapi dan dicari jawabannya. Rumusan masalah tersebut akan menuntun saintis menuju proses selanjutnya.

Pada Metode Ilmiah, Proses Berpikir Dilakukan dengan Sistematis

metode ilmiah dilakukan dengan sistematis

Dalam metode ilmiah, proses berpikir dilakukan dengan sistematis secara bertahap; tertib, tidak loncat-loncat atau zig-zag.

Proses berpikir yang sistematis ini diawali dengan sebuah kesadaran atas keberadaan suatu masalah hingga kemudian terbentuk sebuah kesimpulan sepintas (hipotesis / jawaban sementara).

Di dalam metode ilmiah, proses berpikir dilakukan sesuai langkah-langkah metode ilmiah, dengan kata lain secara berurutan, tertib, dan sistematis.

Metode Ilmiah Didasarkan pada Data Empiris

metode ilmiah didasarkan pada data empiris

Setiap metode ilmiah pasti disandarkan pada data empiris. Maksudnya ialah, masalah yang hendak dicari jawaban atau pemecahannya itu harus tersedia datanya. Tetapi tetap diingat bahwa metode ilmiah dimulai dari suatu permasalahan, bukan data.

Selanjutnya, data tersebut bisa diperoleh dari hasil pengukuran secara objektif. Ada atau tidak adanya data empiris menjadi salah satu kriteria utama dalam metode ilmiah.

Karena apabila sebuah masalah dirumuskan dan dikaji tanpa data empiris, maka itu tidak tergolong sebagai bentuk metode ilmiah.

Pada Metode Ilmiah, Proses Berpikir Dilakukan Secara Terkontrol

metode ilmiah dilakukan secara terkontrol

Ketika melaksanakan metode ilmiah, proses berpikir dilakukan secara terkontrol. Maksudnya, dalam berpikir secara secara terjaga dan sadar.

Jadi bila ada orang lain / peneliti lain yang juga ingin membuktikan kebenaran suatu jawaban dapat dilakukan seperti apa adanya.

Seseorang yang berpikir ilmiah tidak melakukannya saat dalam keadaan bermimpi atau berkhayal, akan tetapi dilakukan terkontrol dan sadar.


Langkah-Langkah Metode Ilmiah


langkah-langkah metode ilmiah sistematis
commons.wikimedia.org

Oleh karena langkah-langkah metode ilmiah dilakukan secara berurutan / sistematis dan berencana, maka tersusun langkah-langkah yang harus dilakukan secara berurutan.

Setiap langkah-langkah metode ilmiah tersebut dilakukan secara terjaga dan terkontrol. Adapun langkah-langkah metode ilmiah adalah sebagai berikut:

  1. Merumuskan masalah
  2. Merumuskan hipotesis
  3. Mengumpulkan data
  4. Menguji hipotesis
  5. Merumuskan kesimpulan

Begini penjelasan lebih rincinya …

Merumuskan Masalah

merumuskan masalah

Langkah-langkah metode ilmiah dimulai dengan sebuah kesadaran akan adanya masalah. Permasalahan ini kemudian dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya.

Kenapa? Sebab dengan menggunakan kalimat tanya, orang yang melakukan metode ilmiah akan dimudahkan dalam mengumpulkan data-data yang dibutuhkan, untuk kemudian menganalisis data tersebut, hingga terakhir … menyimpulkannya.

Permusan masalah merupakan sebuah keharusan. Bagaimana kita bisa mencari suatu pemecahan masalah bila masalahnya sendiri belum dirumuskan?

Merumuskan Hipotesis

merumuskan hipotesis

Menurut KBBI, hipotesis /hi.po.te.sis/ adalah sesuatu yang dianggap benar untuk alasan atau pengutaraan pendapat (teori, proposisi, dan sebagainya) meskipun kebenarannya masih harus dibuktikan.

Jadi hipotesis adalah jawaban sementara dari rumusan masalah yang telah disusun sebelumnya untuk kemudian dibuktikan dengan penelitian / eksperimen terhadap data-data yang telah dikumpulkan.

Dalam langkah-langkah metode ilmiah dan proses berpikir ilmiah, merumuskan hipotesis sangatlah penting. Rumusan hipotesis yang jelas bisa membantu mengarahkan peneliti melanjutkan pada proses selanjutnya dalam metode ilmiah.

Seringkali pada saat melakukan eksperimen, seorang saintis / peneliti merasa semua data yang menunjang pada hipotesis sangat penting. (Sehingga tahap selanjutnya adalah mengumpulkan data –sbh)

Oleh sebab itu, melalui rumusan hipotesis yang baik dan benar akan memudahkan saintis / peneliti untuk mengumpulkan data-data yang dibutuhkannya. Hal ini dikarenakan proses berpikir ilmiah dilaksanakan untuk menguji hipotesis yang telah dirumuskan saja.

Mengumpulkan Data

mengumpulkan data

Dalam langkah-langkah metode ilmiah, pengumpulan data merupakan tahapan yang sedikit berbeda dari tahapan-tahapan lain sebelumnya.

Pengumpulan data dilakukan di lapangan. Seorang saintis / peneliti yang sedang menerapkan metode ilmiah harus mengumpulkan data dengan mendasarkannya pada hipotesis yang telah dirumuskan.

Pengumpulan data sangat berperan penting dalam langkah-langkah metode ilmiah, sebab akan berkaitan dengan pengujian hipotesis.

Diterima atau ditolaknya sebuah hipotesis, bergantung pada data yang dikumpulkan.

Menguji Hipotesis

menguji hipotesis

Sudah disebutkan di atas sebelumnya, bahwa hipotesis merupakan jawaban sementara dari suatu rumusan masalah yang telah diajukan. Berpikir ilmiah pada hakikatnya adalah sebuah proses pengujian hipotesis.

Dalam tahapan atau langkah menguji hipotesis, saintis / peneliti tidak menyalahkan atau membenarkan hipotesis, namun menolak atau menerima hipotesis tersebut.

Oleh karena itu, sebelum proses pengujian hipotesis dilakukan, seorang saintis / peneliti harus terlebih dahulu menentukan taraf signifikansinya.

Semakin tinggi taraf signifikansi yang ditentukan, maka akan semakin tinggi juga derjat kepercayaan terhadap hasil suatu penelitian / eksperimen. Hal ini dimaklumi sebab taraf signifikansi berkaitan dengan parameter / ambang batas kesalahan suatu pengujian hipotesis itu sendiri.

Merumuskan Kesimpulan

merumuskan kesimpulan

Langkah terakhir dalam langkah-langkah metode ilmiah dan berpikir ilmiah pada sebuah metode ilmiah adalah kegiatan merumuskan kesimpulan.

Rumusan simpulan harus bersesuaian dengan rumusan masalah yang telah diajukan di awal. Simpulan atau kesimpulan ditulis dalam bentuk kalimat deklaratif secara singkat dan jelas.

Hindari untuk menulis data-data yang tidak relevan dengan rumusan masalah yang diajukan, walaupun dianggap cukup penting.

Hal ini perlu ditekankan sebab banyak peneliti terkelabui dengan temuan yang dianggapnya penting, walaupun pada hakikatnya tidak bersesuaian dengan rumusan masalah yang diajukannya.


Itulah penjelasan lengkap mengenai urutan langkah-langkah metode ilmiah yang harus kamu ketahui.

Semoga bermanfaat.

Tags: langkah-langkah metode ilmiah, contoh metode ilmiah, sikap ilmiah, urutan langkah-langkah metode ilmiah, metode ilmiah biologi, metode ilmiah kimia, makalah metode ilmiah, tahapan metode ilmiah, sebutkan langkah-langkah metode ilmiah

Apa Komentarmu?