cara belajar tidak ngantuk

Tips Kuliah Sambil Kerja

kuliah sambil kerja elang gumilang
sumber: www.pemasaran.site

Kuliah Sambil Kerja – Semakin tinggi jenjang pendidikan kita, secara normal, akan berbanding lurus dengan pendewasaan pikiran. Seringkali, semakin dewasa, ada rasa malu yang semakin besar bila segala sesuatu dalam kehidupan kita masih dibiayai orang tua. [toc]

Maka tidak jarang, kita, sebagai mahasiswa, gelisah karena hal tersebut. Kita sadar, kalau umur sudah cukup matang untuk mencari uang sendiri. Akhirnya mencari-cari penghasilan dari berbagai jalan; dari berwirausaha, musisi jalanan, dan bekerja paruh waktu.

Tetapi penyakitnya adalah, ketika sudah bisa mencari uang sendiri, kita kadang keasyikan dan lupa dengan kuliah.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi hal tersebut. Mungkin di artikel selanjutnya akan coba satriabajahitam tuliskan.

Kuliah sambil bekerja bukanlah sesuatu yang mudah untuk dilakukan, perlu keahlian-keahlian manajemen yang bagus agar efisien dalam segala sesuatunya.

Nah, artikel ini dibuat sebagai referensi dan saran bagi siapa saja yang sedang berpikir untuk kuliah sambil kerja agar seimbang.


Membuat Jadwal dan Tabel Prioritas


Langkah awal yang harus dipersiapkan adalah membuat jadwal. Jadilah manusia yang teratur dan disiplin terhadap waktu. Pembuatan jadwal akan membantu kita mempersiapkan segala sesuatunya sebelum mendekati hari H.

Tabelnya seperti ini,

cara manajemen waktu
sumber: info-menarik18.blogspot.com

Sementara tabel prioritas akan membantu kita memilah urusan-urusan yang mendesak dan penting, kurang mendesak tapi penting, mendesak tapi kurang penting, dan kurang mendesak juga kurang penting.

Tabelnya seperti ini,

membuat tabel prioritas
sumber: www.ilmu-ekonomi-id.com

Khususnya, tentukan waktu-waktu yang tidak bisa diganggu gugat dan jadikan itu prioritas; misalnya jadwal untuk kuliah kapan, bekerja kapan. Tujuan kita kuliah sambil kerja, kan?

1. Buatlah jadwal yang fleksibel

cara manajemen waktu yang baik
sumber: www.unityconnected.com

Seperti yang sudah disebutkan di atas, ketika kita berpikir untuk kuliah sambil kerja, maka akan ada dua waktu yang tidak fleksibel; yaitu waktu kuliah dan bekerja. Maka, jangan ganggu gugat jadwal itu.

Terapkan fleksibilitas jadwal pada kegiatan-kegiatan lain di luar jam kuliah dan kerja. Utamanya dalam hal mengerjakan tugas dan belajar. Aturlah jadwal tersebut sefleksibel mungkin (tetapi tetap terlaksana) agar ketika ada keperluan penting lain yang mendesak dan mendadak, kita masih bisa menyesuaikan.

Tentu pembuatan jadwal seperti demikian membutuhkan kesiapan yang tinggi baik dari fisik maupun mental supaya tidak sakit-sakitan dan stress karena merasa ‘waktu 24 jam itu kurang’.

Selain tabel jadwal di atas, tandai juga jadwal-jadwal yang tidak bisa diganggu gugat pada kalender rumah (yang bisa dilihat semua orang). Agar orang-orang rumah tidak membuat agenda yang melibatkan kita di hari-hari sibuk.

2. Siapkan Agenda

buku agenda
sumber: www.saudimarketingconference.com

Agenda akan sangat membantu saat kita bepergian ke luar rumah atau saat kegiatan sedang padat-padanya. Tentu, biasanya, ketika kegiatan kita sedang beragam, kita sering lupa kegiatan apa lagi yang harus dilakukan selanjutnya. Maka, biasakanlah menulis kegiatan-kegiatan yang akan kita lakukan …

… dalam agenda. Bawa agenda itu ke manapun.

3. Menggunakan Gadget

apple ipad mini
sumber: inspirationfeed.com

Dalam gadget kita biasanya sudah ada kalender dan reminder. Nah, kita bisa menggunakan itu sebagai alternatif pengganti buku agenda. Ditambah lagi, biasanya, reminder di HP akan membunyikan alarm ketika sudah tiba saatnya melakukan kegiatan yang sudah direncanakan sebelumnya.

4. Beritahu Teman Jadwal Kita

ngobrol sama teman
sumber: www.kapanlagi.com

Ini juga penting untuk dilakukan, agar teman-teman kita ‘peka’ dan tahu, bagaimana padatnya jadwal seorang mahasiswa yang nyambi sebagai pekerja. Mudah-mudahan dengan demikian teman-teman kita berempati dan memberikan dukungan.

5. Menyediakan Waktu untuk Keluarga

keluarga muslim
sumber: darkroom.baltimoresun.com

Ketika menyusun jadwal, masukkan juga waktu untuk keluarga. Ini penting agar kita tetap menjadi ‘manusia’, tidak menjadi ‘robot’. Kita tetaplah anak seorang tua yang berpeluh-peluh mengandung 9 bulan dan banting tulang mencari nafkah menyekolahkan kita sampai hari ini.

Ada yang harus kita balas budinya, meskipun tidak akan pernah terbalaskan. Tanggung jawab sebagai anak yang berbudipekerti luhur, karena pendidikan yang telah luhur juga … jangan diabaikan.

Kalau tidak punya waktu untuk mereka … mari bertanya lagi, untuk apa kita kuliah sambil bekerja?

6. Menyediakan Waktu untuk Masyarakat

gotong royong bersama masyarakat
sumber: lydiaong.wordpress.com

Jangan lupakan peran mahasiswa yang kita agung-agungkan; social control. Minimalnya berbaur dengan masyarakat dalam kegiatan sosial mingguan. Jagalah hubungan baik dengan mereka. Karena merekalah yang akan mengurusi kuburan kita ketika meninggal nanti.

Manusia juga makhluk sosial yang membutuhkan orang lain. Jangan pernah lupakan itu.

7. Menyediakan Waktu untuk Berkontemplasi

muslimah merenung
sumber: mila804.wordpress.com

Banyaknya kegiatan yang kita lakukan ketika memilih untuk kuliah sambil kerja …

… akan memperbesar kemungkinan stress datang. Maka menyendiri dan memikirkan semuanya adalah hal yang penting. Berbincang-bincang dengan Tuhan Sang Pemberi Kekuatan, meminta agar senantiasa diberi kemampuan menyelesaikan setiap rintangan.


Membentuk Kebiasaan Belajar yang Efisien


cara belajar tidak ngantuk
sumber: yalantis.com

Efisiensi dapat meningkatkan produktifitas kita. Tidak hanya itu, hal tersebut juga dapat menghemat energi yang kita keluarkan, agar tidak sia-sia untuk hal yang, sebetulnya, bisa dipersingkat alurnya.

Tidak terkecuali dalam belajar. Efisiensi dalam belajar akan membantu kita lebih cepat menyerap bahan materi yang sedang kita pelajari dan yang paling penting, tidak menyita banyak waktu. Sehingga waktu akan tersisa lebih banyak untuk mengerjakan hal lain.

1. Rapi

rak buku rapi
sumber: touqid.wordpress.com

Aturlah setiap perangkat kuliah kita dengan rapi. Mulai dari barang sampai daftar tugas. Letakkan alat-alat tulis, buku, ransel, dan barang pendukung kuliah lainnya secara berdekatan di satu tempat agar mudah ditemukan.

Catatlah tugas-tugas yang harus dikerjakan beserta deadlinenya. Belajarlah untuk tidak menunda-nunda, mulai kerjakan tugas itu dari sekarang agar bila ada kegiatan mendadak, kita punya persediaan waktu lebih.

Perlu diperhatikan ketika mengerjakan satu tugas, fokus ke tugas itu saja sesuai waktu yang sudah kita jatahkan.

2. Catatlah Garis Besar Materi yang Disampaikan Dosen

cara mencatat cepat
sumber: muslim.or.id

Fokuslah pada topik utama yang dibahas dosen, daripada memperhatikan informasi-informasi yang sifatnya tidak penting. Cara mencatat yang baik bukanlah menuliskan setiap huruf yang terlontar dari mulut dosen kita, cape, dong.

Gambarlah diagram alir …

… yang mencatat langkah-langkah utama dalam setiap proses secara berurutan. Tapi setiap orang akan berbeda-beda cara, maka jadikan ini sebagai saran saja, oke?

3. Carilah Tempat Belajar yang Kondusif

belajar di perpustakaan
sumber: law.okcu.edu

Kondusif bisa berarti banyak hal. Kembali pada pribadi masing-masing; ada yang nyaman belajar di tempat yang tenang-hening, ada pula yang nyaman belajar di tempat ramai.

Intinya adalah, tempat belajar kita dapat membantu meningkatkan daya serap otak dan memori untuk mengingat-ingat apa yang kita pelajari saat itu.

4. Jauhkan Apapun yang Bisa Mengalihkan Perhatian

generasi smartphone
sumber: smc219mikeyoo.wordpress.com

Ini penyakit. Fokus kita akan terganggu hanya dengan suara-suara pemberitahuan HP. Di-iya-kan atau tidak, semua orang sama saja. Kita sering tergoda untuk sekadar mengecek Facebook ketika sedang belajar. Geregetan rasanya kalau tidak dicek.

Nah, untuk mengantisipasi hal ini, jauhkan perangkat-perangkat yang bisa mengalihkan perhatian kita; HP, TV, Internet, dll.

5. Belajarlah Secara Teratur

cara belajar teratur
sumber: youtube.com

Mulailah belajar, tepat setelah dosen keluar dari kelas. Manfaatkan waktu tersebut untuk membaca ulang materi-materi yang telah dicatat.

Jangan membiasakan diri mengulur waktu untuk membaca ulang materi, karena mengulur-ulur waktu hanya akan membuat kita lupa. Apalagi menumpuk-numpuk materi dari awal semester dan baru dibaca saat mau UTS/UAS saja.

Percayalah, otak tidak akan sanggup mengolah dan menyimpan informasi dalam jumlah banyak sekaligus bila tidak pernah dilatih. Otak itu mirip seperti otot yang akan semakin kuat apabila ada exercise yang diselesaikan secara teratur.

Jangan berharap otot kita menjadi kuat apabila hanya berlatih sekali saja mengangkat beban yang—sangat- berat. Untuk menguatkan otot, tentu yang harus kita lakukan adalah mengangkat beban secara bertahap dan terus menerus, bukan sekali.

6. Jagalah Hubungan Baik dengan Dosen

hubungan baik mahasiswa dan dosen
sumber: juleseddy1.wordpress.com

Menjaga hubungan baik memang selalu membuahkan hasil positif. Begitupun dengan dosen. Misalnya, bila ada topik yang belum kita pahami, konsultasi dengan dosen yang sudah mempunyai kedekatan hubungan tidak akan memerlukan waktu lama. Maksudnya, dosen tersebut akan meluangkan waktunya untuk kita.

Berbeda bila kita belum mempunyai kedekatan dengan dosen, kemungkinan dosen ‘mengelak’ dan sok sibuk lebih besar.


Bekerja Secara Efisien


bekerja efisien
sumber: www.more-leadership.com

Sama seperti halnya dalam belajar, efisiensi mutlak diperlukan saat kita bekerja. Tidak lain dan tidak bukan, tujuannya untuk mengoptimalkan energi yang kita pakai agar tidak tebuang sia-sia.

Bayangkan saja, kegiatan dua orang (mahasiswa dan karyawan) dilaksanakan sendiri. Pasti akan stress dan capek.

Maka perlu langkah-langkah yang tepat agar kita bisa bekerja dengan efisien.

1. Tulis Semua Tugas yang Harus Diselesaikan

sticky notes nempel
sumber: www.tinkurlab.com

Buatlah daftar tugas-tugas di tempat kerja kita. Urutkan dari yang termdah sampai yang tersulit; yang harus dilakukan segera dan bisa dikesampingkan dahulu.

Apabila pekerjaan sampingan kita bukan pekerjaan yang kompleks, kuliah nyambi jadi cleaning service mall, misalnya, maka yang harus kita lakukan adalah mengerjakan tugas (membersihkan lantai) bila benar-benar diperlukan saja. Hemat tenaga. Asal masih dalam koridor peraturan yang sudah ditetapkan tempat kita bekerja.

2. Biasakan Bekerja dalam Tim

kerja sama tim
sumber: en.wikipedia.org

Beritahu rekan kerja kita mengenai kegiatan-kegiatan yang rutin kita lakukan dalam sehari, yakni kuliah lalu kerja. Lalu minta mereka untuk membantu kita walau sedikit. Orang Indonesia jiwa gotong royongnya tinggi, asal kita bisa memberikan pengertian saja.

3. Belajarlah Menolak untuk Segala Sesuatu yang Bukan Menjadi Tugas Kita

belajar menolak
sumber: talkingpointsmemo.com

Bila mengambil contoh pekerjaan di atas, cleaning service, maka lakukanlah pekerjaan yang hanya berhubungan dengan itu. Belajarlah menolak pekerjaan yang bukan menjadi tugas kita. Tentu dengan penolakan yang halus.

Misalnya, ketika kita disuruh untuk mengangkat barang ke gudang, kita punya hak untuk menolak karena itu bukan tugas utama kita. Sekali lagi, ini untuk efisiensi.

4. Bangun Kedekatan dengan Atasan

hubungan karyawan dan bos
sumber: www.usatoday.com

Ini penting. Agar ada rasa empati dari atasan terhadap kegiatan-kegiatan kita. Bukannya mengharapkan dikasihani apalagi jadi penjilat. Bukan. Tetapi ini untuk kebaikan dan keseimbangan antara kuliah dan pekerjaan.


Mengatasi Stress


mengatasi stress
sumber: lt360.com

Menjalani dua peran sekaligus akan membuat pikiran kita bercabang, lalu stress. Lama kelamaan, stress tersebut akan berakibat buruk pada kehidupan kita. Maka penting untuk kita ketahui sebelum memutuskan kuliah sambil kerja, cara-cara menangkal stress.

1. Pisahkan antara Kuliah dan Bekerja

gambar orang bingung
sumber: www.phillyvoice.com

Jangan pikirkan pekerjaan ketika kita sedang menenteng buku materi kuliah. Jangan pula memikirkan perkuliahan saat kita sedang memegang sapu (studi kasus mahasiswa nyambi jadi cleaning service). Lakukan satu persatu sesuai tempatnya. Fokus.

2. Istirahat yang Cukup

gambar sedang istirahat
sumber: www.huffingtonpost.com

Sediakan waktu untuk beristirahat agar kita bisa kembali melakukan aktivitas dengan pikiran yang jernih. Misalnya dengan berjalan-jalan melihat pemandangan bunga, pergi ke taman, membaca novel, atau sekadar minum teh.

Selipkan waktu istirahat ini di sela-sela waktu sibuk. Minimal setiap 2 jam sekali, istirahat 5 – 10 menit, agar waktu tidak terbuang percuma.

Jangan mengisi waktu istirahat dengan kegiatan yang berkebalikan dengan makna istirahat itu sendiri. Hampir semua orang menggunakan waktu istirahatnya dengan ngobrol, atau membuka Facebook selama berjam-jam.

Jika kita kesulitan untuk melepaskan diri dari hal-hal yang membuat lupa waktu, maka jangan lakukan itu kecuali memang benar-benar punya banyak waktu.

3. Menjaga Kebugaran Tubuh

gambar olahraga jogging
sumber: duniafitnes.com

Biasakan berolahraga setiap hari. Olahraganya tidak perlu lari, yang penting otot-otot kita meregang. Bisa push up, sit up, dll. intinya tubuh kita keluar keringat. Tapi perlu juga diagendakan untuk olahraga-olahraga yang juga bersifat rekreasi; jogging di taman, berenang, panahan.

Kebiasaan hidup sehat bisa mengatasi stress. Semakin kita sering berolahraga, semakin mudah tubuh kita menyesuaikan diri dengan kegiatan padat.

Para ilmuan sudah membuktikan itu, seperti misalnya latihan aerobik mampu mengurangi stress, memperbaiki dan menytabilkan emosi, dan meningkatkan harga diri.

4. Biasakan Tidur Cukup

gambar orang tidur
sumber: health.kompas.com

Jadwalkan waktu pasti untuk tidur dan bangun. Waktu terbaik memang jam 10 malam. Usahakan jangan tidur melebihi jam itu. Dan bangun pukul 4 pagi. Jangan lupakan juga tidur siang singkat selama 15 – 30 menit untuk menyegarkan otak.

Penelitian sudah membuktikan bahwa tidur bisa meningkatkan kemampuan mengingat, memperbaiki suasana hati, dan membuat kita terjaga. Hal itu dapat mencegah stress.

Bila memang sedang banyak tugas, boleh lah sekali-kali begadang, tapi jangan dibiasakan.

5. Konsumsi Makanan Sehat dan Multivitamin

konsumsi makanan sehat
sumber: obatkistamanjur.com

Pilihlah makanan berserat dan mengandung karbohidrat. Hormon serotonin yang dihasilkan karbohidrat diyakini para ilmuan dapat membantu kita untuk rileks. Sementara makanan berserat akan membantu kita memperbaiki sistem pencernaan.

Buah-buahan dan sayuran yang kaya antioksidan dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Jeruk mengandung vitamin C yang kaya. Bayam, sawi, wortel adalah sumber beta-karoten yang juga bermanfaat sebagai antioksidan.

Tapi terlebih dari itu, ciptakanlah pola makan yang seimbang dan teratur.

Hindari makanan berlemak, batasi asupan kafein, dan jangan mengkonsumsi terlalu banyak gula. Lemak akan mengentalkan darah dan membuat tubuh kita lesu. Kafein dibutuhkan, tapi jangan sampai membuat kita susah tidur.

Gula memang memberikan energi, tapi kemungkinan untuk mengantuk setelah mengkonsumsinya besar.


Membiasakan Berpikir Positif


selalu berpikir positif
sumber: www.huffingtonpost.com

Pikiran bisa mempengaruhi tindakan kita. Maka penting untuk terus berpikir positif. Kita percaya bahwa semua hal itu berawal dari pikiran, maka memulai segala sesuatu dengan ke-positif-an akan menyingkirkan pernak-pernik pikiran yang dapat membuat kita gagal fokus dan stress.

1. Bersikaplah Realistis

orang yang realistis
sumber: lifestyle.liputan6.com

Keterbasan waktu kadang membuat kita kesulitan menyelesaikan tugas. Jadi, urutkan segala sesuatunya berdasarkan prioritas. Jangan pernah sekali-kali menyalahkan diri sendiri atas tugas yang belum bisa terselesaikan sesuai rencana. Realistislah, kita manuasia punya banyak keterbatasan.

Jadilah seseorang yang terus berpikiran positif dan berusaha memperbaikinya di esok hari. Bersyukurlah atas kesempatan yang, tidak banyak orang merasakan; kuliah sambil kerja.

2. Meluruskan Niat

luruskan niat
sumber: www.silaturahim.co.id

Kuliah sambil kerja berarti mengambil jalan ksatria. Namun, pasti, kita menjalani kuliah sambil kerja dengan motivasi yang berbeda-beda. Mungkin dari kita ada yang kuliah sambil kerja karena terlilit utang ada juga yang ingin meniti karier lebih awal; atau yang ingin belajar mandiri; tidak ingin membebani orang tua lagi.

Ingat-ingatlah niat itu bila perjalanan kita mulai terasa berat.

3. Biarkan Orang Lain Membantu

gambar tolong menolong
sumber: thepreachersword.com

Melakukan semuanya sendirian pasti sulit. Ketika ada masalah, coba untuk membicarakan hal itu pada orang yang benar-benar kita percaya. Bicarakan hal tersebut dengan orang tua, sahabat, atau pasangan. Jangan pula lupakan perbincangan dengan Tuhan.

4. Syukuri Kesuksesan Kecil dan Besar

gambar bersyukur
sumber: abiummi.com

Biasakan untuk mensyukuri segala pencapaian baik itu kecil maupun besar. Sebab dengan mensyukuri hal tersebut, akan membuat kita merasa telah mencapai tahap yang, belum tentu orang lain bisa dapatkan.

Biasakan untuk mengukur progress yang kita capai. Coret list tugas-tugas yang sudah kita selesaikan. Ini akan membantu kita agar lebih semangat mengerjakan tugas selanjutnya dan menanti ‘hadiah’ yang akan kita dapatkan di akhir.

***

Nah, itulah tips-tips bagi kalian, mahasiswa, yang ingin memulai untuk hidup mandiri dengan cara kuliah sambil kerja. Pikrikan dan analisis dengan matang kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi bila mengambil jalan ksatria ini.

Jangan sampai menyesal kemudian.

Salam Ksatria.

Apa Komentarmu?