Hasil Sablon DTG

Jenis-jenis Sablon Kaos Distro yang Perlu Kamu Ketahui

Jenis-jenis Sablon Kaos Distro – Industri konfeksi memang tidak akan pernah sepi pasar. Wajar saja, karena sandang merupakan kebutuhan primer manusia. 

Hal tersebut menjadi peluang bagi para pebisnis untuk mengembangkan usahanya ke arah yang tidak hanya baik tetapi juga kreatif.

Maka hari ini kita akan dapat dengan mudah menemukan distro dan jasa cetak kaos custom. Dari yang manual sampai terkomputerisasi.

Nah, satriabajahitam akan mencoba memberikan apa yang kalian cari yaitu, teknik menyablon; manual dan computer/digital, jenis-jenis sablon; sablon plastisol, rubber, plastik, polyflex, bahan-bahan/jenis-jenis tinta sablon, alat-alat sablon, dll.

Sablon Itu Apa?

sablon manual adalah
Apa Itu Sablon? via http://www.bandargarmen.com/

Sablon secara khusus diartikan sebagai teknik mencetak dengan menggunakan layar (screen) yang rapat. Layar tersebut biasanya berbahan dasar sutra atau nilon yang kemudian dipola berdasarkan desain yang ingin dibuat.

Setelah itu, layar yang sudah terpola diletakkan di atas pakaian/kaos dan diberi tinta sablon agar pola yang berada di layar tercetak di kaos.

Namun hari ini kita dapat menemukan berbagai macam jenis sablon yang tidak perlu ribet membuat layar dan memola desain ke layar.

Namanya sablon digital.

Memang tidak 100% terkomputerisasi dalam prosesnya, tetapi bila dibandingkan dengan sablon manual, proses pengerjaan sablon digital ini lebih cepat dan tidak memerlukan banyak tenaga.

Sablon Manual vs Sablon Digital

sablon digital adalah
Sablon Digital via https://i.ytimg.com

Segala sesuatu memiliki baik buruknya, keuntungan dan kelemahannya. Maka satriabajahitam katakan, tidak perlu untuk membandingkan kedua teknik tersebut.

Karena team sablon manual dengan bisnisnya akan menganggap dirinyalah yang terbaik; begitupun team sablon digital.

Namun untuk pengetahuan, keuntungan sablon manual adalah kualitas dan keawetan; sedangkan sablon digital adalah kekreatifan.

Maksudnya, dengan sablon manual kita bisa mencetak desain yang tahan lama, kemungkinan luntur/pecah-pecahnya sedikit (tapi sebagian ada yang mudah), tetapi biasanya hanya untuk satu warna solid saja.

Sementara dengan sablon digital, kita bisa mencetak desain dengan banyak warna bahkan dengan warna gradient, tetapi dalam segi kualitas, biasanya kaos yang desainnya dicetak dengan sablon digital mudah luntur (meskipun ada yang kuat).

Perbedaan Sablon Manual dan Sablon Digital

sablon dtg adalah
Sablon DTG via www.terserah.info

Secara teknis ada beberapa perbedaan antara Sablon Manual dan Sablon digital. Sekali lagi, ini tidak menjadi parameter mana yang lebih baik di antara keduanya.

Semua kembali pada proses pengerjaan. Bila apik, tentu akan baik.

Beberapa perbedaannya adalah,


1. Banyaknya Order


Proses sablon manual
Minimum Oder? via http://www.talentasablon.com/

Kita terjun ke lapangan. Hal seperti berikutlah yang sering terjadi.

Sablon Manual

Biasanya dalam bisnis sablon manual ditetapkan minimum order untuk setiap desain. Ini untuk mengurangi biaya produksi dan keefisienan dari layar yang dibuat.

Sablon Digital

Untuk sablon digital, beberapa jasa percetakan kaos membolehkan konsumennya untuk mencetak desain kaos satu buah saja, sebab sablon digital tidak memerlukan biaya lebih untuk membuat layar.


2. Proses Pengerjaan


cara sablon manual
Proses Pengerjaan via http://www.juragankaosbandung.com/
Sablon Manual

Karena sablon manual memerlukan waktu untuk membuat layar dan pola desain, biasanya untuk satu lusin kaos memerlukan waktu seharian.

Sablon Digital

Sablon digital relatif lebih cepat dalam pengejaannya, biasanya untuk jumlah kaos yang sama dapat dikerjakan salam 1 jam saja.


3. Penggunaan Media Cetak


Sablon Manual

Sablon manual menggunakan kertas HVS untuk membentuk pola pada layar sablon, lalu mencetak ke dalam kaos dengan meratakan tinta yang lebih bervariatif dari sablon digital.

Sablon Digital

Sablon digital menggunakan kertas transfer (transfer paper) sebagai media yang digunakan untuk mencetak desain ke kaos. Kertas transfer ini menjadi faktor yang menentukan kualitas dari sablonan itu sendiri. Ada berbagai jenis kertas transfer, di antarnya vinyl, gliter, glow in the dark, beludru, oracle, dll.

Tetapi ada juga yang tidak menggunakan kertas transfer, yakni DTG (Direct to Garment). Ini adalah teknologi baru. Prosesnya sangat praktis. Tidak perlu media cetak berlebihan karena kaos polos langsung dijadikan media cetak.

Kaos Polos Anak

Artinya, desain langsung dicetak dari mesin ke kaos tanpa melalui perantara lain.


4. Eksklusifitas Desain


desain sablon digital
Desain Kaos via http://satriabajahitam.com
Sablon Manual

Karena sablon manual –biasanya- memiliki minimum order untuk pencetakan satu desain, otomatis akan ada orang lain yang memakain baju sama dengan kita. Artinya, tidak ekslusif. Tetapi untuk kaos tim sepakbola, kaos kelas, bisa menjadi pilihan tepat.

Sablon Digital

Pengusaha sablon digital membolehkan satu desain langsung cetak. Ini artinya desain yang kita inginkan tertempel di kaos bisa jadi hanya kita saja yang memakai. Eksklusif.

Dengan keeksklusifan itu, kita bisa dengan bebas memanfaatkannya untuk apa saja. Seperti mengajak nikah, misalnya.


5. Kualitas


Hasil Sablon DTG
Kualitas Sablon via http://coldesi.com/
Sablon Manual

Kebanyakan sablon manual memiliki kualitas yang bagus dan awet. Tetapi ini tidak bisa menjadi acuan selamanya. Sebab banyak kasus di lapangan, kaos yang disablon secara manual ketika dicuci tintanya mengelupas dan pudar.

Hal ini dipengaruhi oleh tinta yang kurang tepat dan proses pengeringan yang kurang maksimal.

Apa maksudnya kurang tepat? Beberapa tinta, seperti tinta rubber, kurang bagus jika diterapkan di kaos berwarna gelap. Jadi alangkah baiknya jika ingin membuka usaha sablon manual, ditanya dulu keinginan konsumen seperti apa.

Dan jelaskan kekurangan kelebihannya.

Sablon Digital

Kualitas sablon digital ditentukan dari jenis kertas transfer (transfer paper) yang digunakan. dan tentu, kualitas tinta. Seringkali ditemukan kaos yang dicetak dengan sablon digital bila ditarik kaosnya, hasil sablon jadi pecah-pecah …

… nah itulah penyebab dari kertas transfer yang digunakan kualitasnya kurang bagus. Jadi usahakanlah, bila ingin membuka usaha sablon digital, memakai kertas transfer dan tinta yang kualitasnya baik.

Jenis-jenis Sablon

Setelah secara singkat mengetahui tentang apa itu sablon manual dan sablon digital, mari kita lanjut ke pembahasan mengenai jenis-jenis sablonyang beredar di pasaran.


1. Sablon Rubber


Nama lain dari sablon ini adalah sablon karet. Sablon dengan menggunakan tinta ini bisa menutup serat-serat kain dan mempunyai efek timbul …

… hasilnya juga elastis.

Seperti yang sudah disebutkan di atas, sablon ini banyak dikhususkan untuk kaos berwarna gelap karena sifat dari tinta ini pekat.

Tinta ini sering digunakan sebagai alas desain atau underbase. Maksudnya sebagai warna dasar sebelum penyablonan warna-warna lain.


2. Sablon Pigmen


Hasil Sablon Pigmen
Sablon Pigmen via http://www.indosablon.com/

Sifat tintanya mudah meresap ke serat-serat kain, sehingga bagus. Tetapi sablon pigmen hanya bisa digunakan di kaos berwarna terang.

Bila digunakan di kaos yang berwarna gelap hasilnya kurang bagus, bahkan cenderung buruk. Jadi kebanyakan tukang sablon tidak meromendasikan menggunakan sablon pigmen ke kaos gelap. Mereka mengatakan, “Tidak boleh!”


3. Sablon Foam


hasil sablon foam
Sablon Foam via tokopedia.com

Dinamakan foam (busa) karena memang hasil sablonan dengan menggunakan tinta ini memberikan efek timbul bundar menyerupai busa dengan warna kusam.

Bahan dasarnya karet, jadi sedikit elastis. Sablon foam ini bisa dicampur dengan sablon rubber atau plastisol.


4. Sablon Plastisol


Sablon plastisol banyak digunakan para pengusaha sablon khususnya untuk mencetak dot (titik kecil) atau raster yang sangat mendetail.

Plastisol merupakan cati/tinta yang oil based atau berbahan dasar minyak. Karena kemampuannya yang istimewa, biasanya sablon plastisol ini lebih memakan biaya daripada jenis-jenis sablon lainnya.

Peralatan yang digunakan pun berbeda dari jenis-jenis sablon yang lain, seperti halnya alat pengering khusus, yang biasanya sinar infrared. Karena sablon plastisol ini tidak bisa kering sendiri seperti tinta-tinta sablon pada umumnya.

Untuk dapat kering dengan baik, butuh suhu sekira 160-170 derajat celcius serta membutuhkan peralatan lain seperti flash curing dan conveyor curing.

Setelah kering sempurna, sablon plastisol ini mempunyai kualitas dan daya rekat yang sangat baik. Tetapi perlu diperhatikan, tinta ini jangan langsung disetrika langsung sebab akan meleleh.

Makanya kaos yang menggunakan plastisol sebagai tinta desainnya akan menyertakan tulisan “Do not iron on design.”


5. Sablon Glitter


Sablon transparan yang mempunyai efek kerlap-kerlip sehingga terkesan eksklusif dan mewah.

Glitter ini terbentuk dari partikel-partikel kecil berukuran mikro yang tersedia dengan efek, selain kerlap kerlip, yakni metalik, hologram, dan pelangi.

Sablon jenis ini biasa digunakan untuk baju anak-anak perempuan karena efeknya yang lucu dan menarik. Seperti dalam tulisan ‘Barbie’ atau ‘Frozen’ yang mungkin sering kita jumpai di pasar.


6. Sablon Glow in The Dark


Sablon glow in the dark ini terbuat dari campuran bubuk fosfor yang dapat menyerap sinar matahari sehingga bersinar terang di tempat yang gelap.

Bubuk fosfor ini bisa dicampurkan dengan sablon/tinta rubber, pigmen, dan plastisol.


7. Sablon Super White


Hasil Sablon Super White
Sablon Super White via www.pusatkonveksi.com

Jenis tinta yang digunakan sifatnya sama seperti rubber dan pigmen, mampu menyerap ke serat-serat kain. Sablon super white ini bagus digunakan untuk kaos berwarna gelap …

… karena akan menghasilkan warna putih terang yang cemerlang. Selain itu karena sifatnya menyerap ke serat-serat, sablon super white ini mempunya daya tutup yang baik.


8. Sablon Foil


Sablon yang desainnya terbuat dari bahan kertas logam mirip alumunium foil. Cara pencetakannya biasanya dengan menempelkan dengan lem khusus lalu dipress.

Kesan yang ditimbulkan adalah warna metalik sehingga terlihat eksklusif.


9. Sablon Flocking


Hasil Sablon Beludru
Sablon Beludru via mahasisa.com

Nama lain dari sablon flocking adalah sablon beludru karena hasil akhir dari sablon ini adalah desain yang timbul dengan bulu-bulu halus.

Cara mencetaknya sama dengan sablon foil, ditempel menggunakan lem khusus lalu dipress agar merekat sempurna.


10. Sablon Cabut Warna atau Discharge


Khusus sablon discharge, kaos yang digunakan harus berbahan katun atau cotton, karena jenis tinta ini akan melunturkan warna kaos dan menggantinya dengan warna lain sesuai kebutuhan.

Tinta untuk sablon discharge ini menggunakan bahan kimia yang sanggup mencabut warna asli kain, atau yang lebih ekstrim menampilkan warna benang kaos yang sebenarnya.

Makanya, saran untuk penggunakan tinta ini agar mendapatkan hasil yang maksimal, bahan pewarna kainnya harus dipilih dengan yang dischargeable.


11. Sablon High Density


Sablon yang menggunakan cat/tinta plastisol dengan tingkat ketajaman yang lebih tinggi. Tinta ini bersifat transparan. Efek yang ditimbulkan adalah mengkilap dan terkesan basah. Tetapi bisa juga dibuat doff.


12. Sablon Separasi


Sablon separasi adalah
Sablon Separasi via www.indosablon.com

Sablon jenis separasi maksudnya proses penyablonan dengan memisahkan warna desain untuk dijadikan film.

Sablon separasi ada dua jenis, yaitu warna blok atau spot color untuk desain vector dan raster yang biasa disebut process color atau raster.


13. Sablon Aspal


Sablon Aspal adalah
Sablon Aspal via lapakbelanjaku.wordpress.com

Sablon aspal menggunakan cat plastisol yang dicetak dengan teknik khusus, sehingga hasil dari sablon ini menghasilkan teksture unik. Bisa dibilang seperti aspal.


14. Sablon Direct to Garment (DTG)


Nah, ini yang satriabajahitam sebutkan di atas tadi. Penyablonan dengan mesin yang tidak memerlukan media cetak untuk desainnya.

Cara penyablonan dengan sablon DTG ini adalah dengan mesin khusus yang biasanya berukuran besar. Hasilnya sangat detail dan jelas, serta warna yang dapat dihasilkan bisa gradien, tidak hanya terfokus pada satu pola satu warna.

Pengusaha sablon yang memiliki mesin DTG biasanya menerima order sablon satuan karena prosesnya tidak lama dan ribet.

Alat-alat Sablon Manual

Sablon manual masih bertahan dengan segala kelebihannya meskipun sedikit demi sedikit mulai tergeser dengan sablon digital.

Sablon manual masih banyak diminati karena kualitas yang dihasilkan biasanya lebih awet daripada sablon digital.

Nah, berikut satriabajahitam rangkumkan apa saja sih sebenarnya yang perlu dipersiapkan untuk membuat sablon manual.


1. Layar atau Screen


screen sablon manual murah
Screen Sablon via jualkaossablonmurah.wordpress.com

Ini perangkat yang paling utama dalam sablon manual. Layar biasanya terbuat dari kain sutra, kain gasa, kain nilon, atau kain-kain lain yang berpori-pori.

Fungsi dari screen ini untuk menyaring tinta yang nantinya akan menempel di kaos sesuai desain. Tetapi sebelum itu, screen ini menjadi media pembentuk pola desain yang tercetak di kertas HVS.

Semakin besar nomor screen, maka semakin rapat pori-porinya. Dan semakin rapat pori-porinya maka hasil cetakan akan semakin halus.


2. Obat Afdruk


Obat afdruk ini berfungsi untuk memindahkan desain dari kertas HVS ke dalam screen yang nantinya akan tercetak pola gambar.

Di sanalah tinta akan diratakan.

Obat afdruk ini banyak merknya, yang sering digunakan adalah: Ulano TZ, Super Emulsion 5, dan Rainbow.


3, Obat Penghapus M3 / 3M


Obat penghapus ini diperlukan, sebab manfaatnya bila sewaktu-waktu kita ingin mengubah pola desain yang ada di screen. Atau ingin menghapusnya secara keseluruhan untuk kemudian screennya disimpan.


4. Rakel


rakel sablon
Rakel via www.rubberia.com

Rakel biasa juga disebut sebagai perata tinta. Karena dengan rakel ini, tinta yang dikucurkan ke screen diratakan agar meresap masuk ke kaos yang akan disablon.

***

Nah, itulah jenis-jenis sablon kaos distro dan teknik-teknik menyablon yang perlu kamu ketahui sebelum membuka usaha jasa sablon kaos.

Semoga bermanfaat.

3 thoughts on “Jenis-jenis Sablon Kaos Distro yang Perlu Kamu Ketahui

Apa Komentarmu?