contoh kalimat majas metafora

Contoh Majas Metafora dan Pengertiannya Lengkap

Contoh Majas Metafora – Setelah di postingan sebelumnya tentang majas, kita belajar tentang macam-macam majas beserta contoh kalimatnya secara singkat, akhirnya saya memutuskan untuk membuat artikel terpisah khusus tentang contoh majasnya saja, dimulai dari contoh kalimat majas metafora.

Kenapa dimulai dari majas metafora? Karena contoh majas metafora lebih banyak dicari daripada contoh majas yang lainnya.

Untuk sedikit mengingatkan, mari kita mulai dari pengertian majas metafora secara singkat sebelum lanjut ke contoh-contohnya.


Pengertian Majas Metafora


Majas metafora adalah salah satu jenis majas yang termasuk dalam kategori majas perbandingan. Secara bahasa, majas metafora berasal dari bahasa Yunani Modern, yaitu dari kata meta yang artinya perubahan dan phor yang artinya membawa.

Sedangkan berdasarkan istilah,

Pengertian majas metafora adalah majas yang tersusun dari sebuah kata atau frase yang tidak memiliki arti tetapi mewakili suatu hal atau maksud secara implisit (tidak jelas), karena kata atau frase tersebut memiliki kesamaan dan/atau perbandingan dengan maksud sebenarnya.

contoh kalimat majas metafora

Contoh majas metafora yang paling sederhana dapat kita temui dalam kalimat  si jago merah  untuk menyatakan api. Kenapa? Karena api cenderung berwarna merah dan jago (hebat dalam membakar), atau dalam kalimat  lapang dada  untuk menyatakan sabar; karena karakter lapang itu lebar, luas, terhampar. Jadi, di dada yang luas amarah hanya menempati sedikit ruang saja. Begitu.

Contoh Majas Metafora

Selain contoh majas metafora di atas, berikut kami tuliskan juga beberapa contoh lain yang mungkin kamu butuhkan untuk tugas sekolah ataupun membuat sebuah cerpen:

1. Kemarin malam rumah Pak Bolot dilahap si jago merah, para tetangga sigap berbondong-bondong memboyong seember air untuk memadamkannya. (si jago merah: api)

2. Meski kalah lagi, Erik yang mewakili Indonesia di olimpiade matematika internasional tetap berlapang dada dan menyusun rencana untuk olimpiade berikutnya. (lapang dada: sabar)

3. Tikus-tikus kantor itu memang tidak pernah jera, apa mungkin karena hukum di Negara kita tumpul ke atas sehingga hukuman mereka pun hanya sekadar dongeng saja? (tikus-tikus kantor: koruptor)

4. Anton Bihepi namanya. Dia anak emas di keluarga karena prestasi yang dicapainya melebihi saudara-saudaranya yang lain padahal baru berusia 17 tahun. (anak emas: orang yang paling disayang)

5. Kabarnya Kang Jahid menikahi kembang desa Sukapura, apa benar begitu? Kalau benar, beruntung sekali dia. (kembang desa: gadis paling cantik di sebuah desa)

6. Alhamdulillah, telah lahir buah hati kami yang kedua. Mohon doa agar dia bisa membanggakan orang tuanya. (buah hati: anak)

7. Sebakda dari Jepang, bi Intan membawa yukata sebagai buah tangan untuk kami, adik-adiknya yang cantik. (buah tangan: oleh-oleh)

8. Simba memanglah raja hutan, tetapi nampaknya kepopulerannya kalah sama Tarzan. (raja hutan: raja di hutan)

9. Qais adalah belahan jiwanya Layla. Namun sayang, cinta membuat mereka buta sehingga memilih mati daripada hidup memperjuangkan kebahagiaan. (belahan jiwa: kekasih)

10. Di sekolah, dia dijuluki si kutu buku karena aktifitas membacanya tidak seperti siswa-siswa lainnya. Ke mana-mana tidak pernah lepas dari menenteng buku. (kutu buku: orang yang membaca dan menelaan buku di mana saja)

11. Buku adalah gudang ilmu. Sebab, tanpa membaca buku kamu tidak akan mengetahui apa-apa. (gudang ilmu: buku atau perpustakaan)

12. Pelaku kriminal seringkali mencari kambing hitam untuk kesalahan-kesalahannya agar terhindar dari jeratan hukum. (kambing hitam: orang yang tidak bersalah, tetapi dijadikan tumpuan kesalahan)

13. Nasihat seperti apapun tidak akan pernah dia gubris, dasar memang kepala batu. (kepala batu: tidak mau mengikuti nasihat orang)

14. Sifatnya yang rendah hati, membuat Qonita disegani dan dihormati teman-teman sekantornya. (rendah hati: sifat tidak sombong)

15. Jangan menjadi orang yang ringan tangan ketika sedang emosi. (ringan tangan: mudah memukul)

16. Dia memang orangnya ringan tangan ketika teman-temannya tertimpat musibah. (ringan tangan: suka membantu)

17. Jangan sekali-kali kamu memanjangkan tanganmu walaupun tidak punya uang dan kelaparan! (panjang tangan: mencopet)

18. Anak-anak adalah tunas bangsa, sudah sepatutnya kita membimbingnya agar bisa menjadi kebanggaan bersama. (tunas bangsa: penerus bangsa)

19. Karena himpitan ekonomi, perempuan itu terpaksa menjadi kupu-kupu malam walaupun dia tahu akan berdosa dan masuk Neraka kalau tidak bertaubat.(kupu-kupu malam: wanita tunasusila)

20. Selain gudang ilmu, buku juga merupakan iendela dunia. Karena dengan buku, kita bisa menjelajah ke mana pun tanpa harus bergerak dari tempat duduk. (jendela dunia: buku)

21. Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang sudah sepatutnya kita hormati dan junjung tinggi martabatnya. (pahlawan tanpa tanda jasa: guru)

22. Saat kau besar nanti, jadilah kebanggaan masyarakat, jangan jadi sampah masyarakat (sampah masyarakat: orang yang tidak berguna)

23. Anton kepergok merokok di WC sekolah, dia pasti mati kutu (mati kutu: tidak bisa berbuat apa-apa)

24. Hari ini jangan terlalu mempercayai berita di televisi, mereka sedang mencuci otak kalian dengan berita-berita tidak sesuai fakta, mereka hanya cari rating saja. (cuci otak: mempengaruhi)

25. Dulu sewaktu masih di kampung, kalau ada pertandingan sepak bola antar Madrasah, saya selalu menjadi anak bawang karena kekurangan jumlah pemain. (anak bawang: peserta permainan yang tidak masuk hitungan, hanya ikut-ikutan atau sebagai penggenap saja)

26. Mewabahnya Indomaret dan Alfamart berimbas pada para pedagang sehingga mereka terpaksa gulung tikar (gulung tikar: menutup usaha)

27. Setelah cedera hamstring, Petrik mulai unjuk gigi kembali. (unjuk gigi: menunjukkan kekuatan, kebisaan)

28. Kekalahan tim pada pertandingan liga 1, membuat para supporternya gigit jari. (gigit jari: kecewa)

29. Alex masuk daftar hitam karena melakukan pembegalan di jalan Depok tahun lalu, alhasil dia susah mendapat kerja. (daftar hitam: daftar nama atau organisasi yang membahayakan keamanan)

30. Siapa yang tidak naik darah kalau gurunya terus dituduh untuk sesuatu yang dia tidak perbuat? (naik darah: marah)

31. Pak Muslim memang murah hati, lihat saja tetangganya sering mendapatkan makanan yang sama dengan yang dihidangkan di rumahnya. (murah hati: baik hati suka menolong)

32. Seorang pemimpin tidak sepantasnya berpangku tangan terhadap kewajibannya. (berpangku tangan: tidak melakukan apa-apa)

33. …


Demikianlah pengertian majas metafora dan contoh majas metafora yang bisa satriabajahitam tuliskan. In syaa Allah contoh kalimat majas metafora di atas akan terus bertambah karena banyaknya yang bertanya tentang materi tersebut, termasuk contoh majas metafora dalam puisi yang belum sempat saya tuliskan. Baca juga rangkuman tentang macam-macam majas.

Apa Komentarmu?