Cara Merawat Anak Kucing Baru Lahir: yang WAJIB Kalian Ketahui

Cara Merawat Anak Kucing Baru Lahir – Apa saja sih yang harus kita persiapkan ketika anak kucing baru lahir? Bagaimana cara merawat yang benar? Apa makanan pertama anak kucing tersebut? Temukan semua jawabannya di bawah. Silakan gunakan daftar isi di bawah untuk langsung menuju topik yang kalian inginkan. Tks.

***

Kucing adalah hewan lucu. Tapi, melihat kelucuan dengan merawat seutuhnya tentu adalah dua hal berbeda. Kalian bisa saja merasa gemas ketika melihat kucing lucu di jalan, tapi belum tentu kalian sanggup ketika membawa kucing tersebut ke rumah untuk dirawat.

Terutama, ketika kucing tersebut tiba-tiba saja hamil dan melahirkan anak-anak kucing. Kalau kalian adalah ‘orang tua’ baru yang baru mengalami, tentu ada rasa bingung: ini bagaimana cara ngurusnya?

Nah, artikel ini ditulis menjawab pertanyaan tersebut. Yuk, langsung saja!

Cara Merawat Anak Kucing Baru Lahir

Tulisan ini akan kami bagi menjadi beberapa bagian. Dimulai dari peralatan utama yang harus dipersiapkan sampai ke hal-hal yang perlu kalian lakukan agar anak kucing baru lahir tersebut bisa terawat dengan baik.

Yang harus kalian siapkan

Seperti yang sudah kami tuliskan sebelumnya, ketika kalian hendak merawat anak kucing yang baru lahir, ada beberapa peralatan yang harus kalian persiapkan. Di antaranya:

  1. Susu Kucing

Setiap makhluk mempunyai fitrahnya. Termasuk kucing. Secara fitrah, anak kucing yang baru lahir pasti akan menyusui ke induknya. Namun, dalam beberapa kasus, menyiapkan susu ‘formula’ kucing juga ternyata perlu.

Berilah anak kucing tersebut dengan susu kucing yang sudah tervalidasi oleh dokter hewan atau ahli. Untuk lebih lengkapnya kalian bisa baca artikel susu kucing di sini: daftar susu kucing yang cocok untuk kucing dan anak kucing.

Oh ya, jangan lupa juga beli dot kecil untuk memasukkan susu tersebut ke mulut anak kucingnya, ya!

  1. Tempat tidur dan selimut kucing

Hal kedua yang harus kalian persiapkan adalah tempat tidur dan selimutnya. Kenapa? Karena anak kucing yang baru lahir mesti ditempatkan di tempat yang hangat.

Di marketplace banyak bertebaran tempat tidur kucing yang bisa kalian beli dengan harga terjangkau. Namun, kalian juga bisa membuatnya menggunakan kardus bekas atau keranjang yang sekiranya cukup kuat dan hangat.

Sementara untuk selimut, kalian bisa menggunakan kain tebal atau bekas handuk yang sudah digunting terlebih dahulu, menyesuaikan ukuran tubuh anak kucing.

  1. Alat pembersih anak kucing

Agar anak kucing tumbuh dengan bersih, kalian juga mesti menyiapkan peralatan untuk membersihkan anak kucing; entah itu untuk membersihkan tubuhnya atau bekas poopnya. Sebab, mereka belum bisa membersihkan dirinya sendiri.

Langkah Merawat Anak Kucing Baru Lahir

Kami asumsikan kalian sudah mempersiapkan sedikitnya ketiga alat di atas. Nah, sekarang, kita masuk ke topik utama yaitu cara merawat anak kucing baru lahir. Berikut adalah tips dari kami:

Tips 1: jaga suhu anak kucing agar tetap hangat

Jika anak kucing yang kalian rawat masih memiliki induk, maka biasanya induknya akan menghangatkan mereka. Namun, jika kasusnya kalian menemukan anak kucing di jalan–dan tentu saja kalian merasa iba dan membawanya pulang, kalian harus langsung menghangatkan tubuh mereka agar tidak kedinginan.

Caranya bisa kalian peluk dekat dengan ketiak, karena suhu di sekitarnya agak hangat dibandingkan dengan anggota tubuh yang lain. Selanjutnya, kalian bisa menggunakan kardus dan bekas handuk untuk menyelimuti anak kucing tersebut.

FYI. Kucing yang baru lahir tidak punya kemampuan untuk ‘memproduksi’ panas bahkan untuk menghangatkan tubuhnya sendiri. Itulah alasan kenapa jarang sekali kucing yang melahirkan satu anak; sebab anak yang lebih dari satu, biasanya akan saling menghangatkan di sekitar induk kucing.

Keadaan tersebut biasanya akan berlangsung sekitar 3-4 minggu. Setelah itu, mereka akan bisa beradaptasi dengan suhu ruangan normal.

Tips 2: beri susu anak kucing

Sekali lagi, kalau anak kucing yang kalian rawat masih ada induknya, maka tugas ini adalah bagian si induk kucing. Namun, jika kalian merawatnya tanpa induk, kalian harus mempersiapkan susu kucing yang bagus dan direkomendasikan oleh dokter hewan.

Harap diperhatikan, jangan pernah memberikan susu manusia ke anak kucing. Sebab, biasanya, susu manusia memiliki kandungan laktosa tinggi. Kandungan laktosa tersebut bisa mengganggu pencernaan anak kucing.

Cara pemberian susunya bisa menggunakan dot kecil yang bisa kalian dapatkan di petshop, atau menggunakan pipet. Kemudian, biarkan si anak kucing menghisap susu sesuai dengan kemampuannya; jangan pernah kalian paksa dengan menekan dot atau pipet sehingga susu tersebut cepat tertelan.

Satu lagi, pastikan perlatan untuk menyusui anak kucing steril, ya! Jadi bersihkan dulu sebelum dipakai.

Tips 3: pastikan kebersihan anak kucing

Ketiga adalah memastikan kebersihan tempat dan tubuh anak kucing. Kucing yang baru lahir–yang dewasa juga, sih- akan menghabiskan waktunya untuk rebahan atau tidur. Makanya akan selalu ada kotoran di sudut mata anak kucing tersebut. Bersihkan.

Cara membersihkannya bisa menggunakan korek kuping atau kapas yang sebelumnya sudah dicelupkan ke dalam air hangat. Kemudian usapkan perlahan-lahan, karena tidak jarang kotoran mata tersebut sudah kering sehingga agak menempel di kulit si kucing … yang artinya, menggosok dengan paksa akan menyakitinya.

Usap-usap bulunya dengan handuk basah yang sudah dicelupkan terlebih dahulu ke dalam air hangat. Hal ini, selain untuk membersihkan, juga untuk menjaga suhu tubuh anak kucing.

Bersihkan pula bekas poop dan kencingnya dengan air hangat, agar tempat tidur si kucing steril.

Kebiasaan ini akan berpengaruh pada kehidupan kucing ketika dewasa nanti seperti terhindarnya kucing dari jamur.

Tips 4: beri stimulasi agar anak kucing BAB

Kita sering melihat induk kucing merawat mulut dan anus anaknya. Kita juga sering melihat sang induk menjilati perut anak-anak mereka. Hal tersebut, ternyata, untuk menstimulasi anak kucing agar bisa BAB.

Nah, ketika kalian merawat anak kucing tanpa induk, kalian juga harus rajin mengelus-elus perut anak kucing dengan sedikit tekanan, dengan maksud mendorong kotoran di perutnya keluar lewat anus.

Tips 5: menyapih anak kucing

Proses menyapih di manusia biasanya berlangsung ketika anak mereka menginjak umur 2 tahun. Namun di kucing, kalian sudah bisa melakukan proses sapih ketika anak kucing sudah berusia minimal 4 minggu.

Proses sapih (perpindahan dari susu induk atau susu dot ke susu mangkuk) dan makan makanan kucing, tidak bisa dilakukan secara cepat. Butuh waktu beberapa saat sampai si anak kucing terbiasa dengan susu mangkuk dan makanan kucing.

Cara membiasakannya bisa dengan membasahi makanan kucing dengan susu sehingga teksturnya agak lembut. Bersamaan dengan itu, kurangi intensitas pemberian susu dalam dot hingga si kucing ‘tidak peduli’ lagi.

***

FAQ Cara Merawat Anak Kucing Baru Lahir

Apa saja alat yang harus dipersiapkan untuk merawat anak kucing?

Pertama, tempat dan selimut untuk menghangatkan tubuh mereka. Kalian bisa menggunakan kardus bekas dan handuk. Kedua, susu bayi dan dot atau pipetnya. Ketiga, alat untuk membersihkan tubuh kucing (bisa dengan handuk yang sebelumnya sudah dicelupkan air hangat).

Apakah anak kucing bisa diberi susu manusia?

Lebih baik jangan. Karena kandungan laktosa di susu untuk manusia akan merusak pencernaan anak kucing.

Bagaimana cara memberi susu pada kucing?

Bisa menggunakan dot kecil atau pipet. Kalian bisa mendapatkan alat tersebut di petshop atau marketplace.

Bagaimana cara menstimulasi anak kucing agar BAB?

Caranya dengan memijat-mijat perut anak kucing tersebut. Hal ini seperti yang dilakukan oleh induk kucing dengan lidah mereka.

Bagaimana menyapih anak kucing?

Menyapih atau proses perpindahan dari susu ke makanan kucing bisa kalian lakukan dengan pertama-tama mengolesi makanan kucing dengan susu, sehingga teksturnya tidak terlalu keras. Lakukan hal tersebut berulang-ulang sampai anak kucing bisa makan makanan kucing tanpa susu.

***

Demikian beberapa tips dari kami perihal cara merawat anak kucing. Ya … merawat mereka memang susah-susah gampang. Tapi dengan kesabaran dan rasa saling mengasihi sesama makhluk Tuhan, mudah-mudahan apa yang kalian lakukan mendapatkan berkah.

Penulis lepas. Penyuka blog.

Apa Komentarmu?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.