Cara Menguburkan Kucing Mati yang Benar: Tutunan dan Bukti

Cara Menguburkan Kucing Mati – Bagaimana cara menguburkan kucing mati yang benar? Apakah ada aturan baku atau tata cara dalam agama yang mengatur penguburan kucing? Apa berkah menguburkan kucing? Temukan semua jawabannya di sini. Silakan gunakan daftar isi di bawah untuk langsung menuju topik yang kalian inginkan. Tks.

***

Setiap makhluk yang bernyawa, pasti akan merasakan mati. Begitupun kucing. Sesehat apapun, sekuat apapun, sebanyak apapun nyawanya–mitosnya kucing punya 9 nyawa-, pada akhirnya makhluk hidup akan meninggalkan kehidupannya.

Kucing rata-rata berumur antara 10-15 tahun kalau tidak mati tertabrak. Ketika kucing tersebut hampir mendekati ajalnya, biasanya si kucing jadi aneh. Dalam beberapa kasus, mereka jadi terserang penyakit, jamuran, yang membuat pemiliknya enggan mendekati.

Apalagi kucing kampung yang tidak punya pemilik. Mereka akan jadi jorok. Pup dan kencing di mana saja. Tidak seperti biasanya. Hal ini tentu membuat siapapun jadi tidak peduli.

Akibatnya, ketika kucing tersebut mati. Mayat mereka langsung dibuang begitu saja. Padahal, kucing punya hak untuk dikuburkan dengan layak, dengan tata cara yang benar.

Nah, di artikel ini akan kami bahas tata cara mengubur kucing mati yang benar. Silakan lanjut membaca.

Tata Cara Mengubur Kucing Mati

Berikut ini kami tuliskan cara mengubur kucing mati, baik itu yang mati tertabrak, terkena serangan jantung, penyakitan, atau karena memang sudah ajalnya.

1. Mencari lokasi

Ketika kucing peliharaan kalian mati atau kalian melihat kucing mati tertabrak, maka yang harus pertama kali kalian lakukan adalah mencari lokasi untuk menguburkan kucing tersebut.

Pastikan tempat untuk mengubur kucing jauh dari sumur atau sumber air tanah. Sebab, jika terlalu dekat ada kemungkinan menyebabkan bau pada air.

2. Membuat lubang

Setelah ditentukan lokasi penguburan, langkah selanjutnya adalah membuat lubang kubur.

Buatlah lubang dengan bentuk persegi panjang, dengan ukuran minimal 1,5 kali lebih besar dari badan kucing, dan kedalaman sekitar 30 cm.

3. Beri alas dan bungkus mayat kucing

Berikutnya, beri alas di dasar liang kubur tersebut dengan dedaunan yang masih segar. Usahakan menggunakan dedaunan yang punya ukuran lebar seperti daun pisang atau daun talas.

Setelah diberi alas, bungkus mayat kucing dengan daun pisang atau kain. Hal ini untuk meminimalisir bau tidak sedap yang mungkin saja muncul.

4. Timbun dan beri tanda

Setelah mayat kucing selesai dibungkus, masukkan mayat tersebut ke dalam lubang kubur yang sebelumnya sudah diberi alas. Lalu timbun.

Timbun lubang kubur tersebut sampai padat, sekali lagi, untuk meminimalisir bau yang mungkin muncul. Jangan lupa memberi tanda dengan batu, kayu, atau apapun saja untuk menandai bahwa di sana ada kuburan.

Jika dirasa mengganggu, tanda tersebut bisa dilepas setelah 1 minggu agar tidak ada yang curiga kalau di sana ada kuburan kucing.

FYI: Beberapa Alasan Kematian Kucing

Bagian ini adalah informasi tambahan. Jika kalian ingin tahu tentang alasan-alasan kucing mati, monggo lanjut dibaca. Namun jika sudah tahu, diskip saja tidak apa-apa.

Berikut adalah penyebab kucing mati:

1. Tertabrak

Penyebab kucing mati paling umum adalah mati tertabrak. Kucing adalah hewan yang suka berkeliaran ke sana-ke mari. Tidak hanya memanjat genteng rumah, tetapi juga menyebrangi jalan.

Oleh karena itu, kasus kucing mati karena tertabrak itu sangat banyak dan umum dijumpai. Seringnya, karena kucing tidak hati-hati ketika menyebrang. Dasar kucing tidak sekolah.

2. Keracunan

Penyebab kematian kucing kedua yang paling sering terjadi setelah tertabrak, adalah keracunan makanan.

Kemungkinan kucing keracunan makanan sangat besar, apalagi kalau kucing kalian dibiarkan berkeliaran di pemukiman. Sebab bisa saja mereka mengkonsumsi racun tikus, sampo, deterjen, atau zat-zat lain yang tidak layak dimakan oleh makhluk hidup.

3. Sakit jantung

Jangan salah. Kucing juga bisa sakit jantung seperti manusia. Kasus kucing mati karena sakit jantung mungkin lebih sedikit dibandingkan karena tertabrak.

Kucing yang mati karena sakit jantung biasanya membuat pemiliknya kebingungan karena terjadi secara tiba-tiba.

Tapi kalian bisa mengenali tanda-tanda, atau setidaknya bersasumsi, kucing kalian kena serangan jantung jika mereka terlihat malas beraktifitas, nafsu makan menurun, dan kucing terlihat ngos-ngosan; bernafas dengan mulutnya walaupun si kucing tidak kelelahan.


Nah, itulah tata cara menguburkan kucing mati, baik itu yang mati karena tertabrak, keracunan, atau terkena penyakit. Menguburkan kucing dengan layak adalah salah satu hal yang bisa kalian lakukan sebagai bukti bahwa manusia adalah makhluk berakal dan beradab. Jadi, jika kebetulan kalian adalah pemilik kucing atau menemukan kucing mati di jalan, kuburkanlah dengan layak.

Mudah-mudahan ada ganjaran untuk setiap kebaikan yang kalian lakukan. Tuhan tidak tidur.

Penulis lepas. Penyuka blog.

Apa Komentarmu?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.