Cara Mengawinkan Kucing yang Baru Kenal: Metode Temu-Pisah

Cara Mengawinkan Kucing – Bagaimana agar kucing yang baru kenal bisa dikawinkan? Apa pantangan-pantangan yang harus dihindari ketika mengawinkan kucing? Apakah kucing yang beda jenis bisa dikawinkan? Temukan jawabannya di artikel ini. Silakan gunakan daftar isi di bawah untuk langsung menuju topik yang kalian tuju. Tks.

***

Memiliki kucing yang enak dipandang adalah sebuah kenikmatan. Apalagi jika si kucing tumbuh dengan sehat dan bersih. Ada lebih dari satu pun, siapa yang tidak mau.

Ketika kucing beranjak dewasa, kalian pasti punya satu kekhawatiran; bagaimana kalau kucing tersebut mati saat belum punya keturunan? Apakah ada kucing lain yang bisa menggantikan?

Well, terdengar lebay. Tapi hubungan antara kucing dan pemiliknya kadang memang se-uwu itu.

Nah, kalau kalian terpikir untuk mengawinkannya, maka saat ini kalian berada di tempat yang tepat. Di sini akan kami jelaskan beberapa hal terkait dengan cara mengawinkan kucing, terutama yang baru kenal.

Cara Mengawinkan Kucing

1. Memastikan kondisi kesehatan kucing

Hal pertama yang harus kalian lakukan adalah memastikan kondisi kesehatan si kucing. Baik itu yang jantan maupun yang betina. Sebab kondisi kesehatan sangat memengaruhi mood si kucing ketika nanti ‘dikenalkan’ dengan calonnya. Baca: cara mengatasi kucing yang kejang-kejang.

2. Rutin memberikan makanan bergizi

Agar membuat kucing sehat, tentu kalian harus memberikan makanan kucing yang bergizi. Jangan lupa juga tambahkan susu kucing sebagai pelengkap, agar kesehatan kucing terjaga.

Kemudian, jika kalian berencana mengawinkan kucing dalam waktu dekat, jangan lupa untuk selalu mengajak mereka jalan-jalan. Jangan dikandangin terus agar tidak stress.

3. Memahami tanda birahi

Jika kalian memiliki kucing pejantan, biasanya mereka lebih mudah birahi. Berbeda dengan kucing betina yang agak sulit berhasrat. Perlu kesabaran dan pembiasaan agar kedua kucing tersebut tidak ‘saling terima’ dan menyalurkan hasrat mereka.

Kucing betina biasanya mulai birahi ketika umur mereka menginjak 5 sd. 9 bulan, dan memiliki berat badan lebih dari 2,5 kg.

Ada beberapa ciri umum yang menunjukkan kucing betina sedang birahi;

  • Sering bergulung-gulung di lantai
  • Sering mengeong
  • Tingkahnya lebih manja
  • Apabila ada pejantan, biasanya ‘caper’

4. Mengatur jadwal kawin

Setelah melakukan pembiasaan (dengan sering mempertemukan pejantan dan betina) dan kedua kucing menunjukka tanda-tanda birahi, kini saatnya kalian mengatur jadwal kawinnya.

Tenang saja. Kalau kedua kucing dalam masa birahi, mengawinkan mereka cukup mudah karena memang itulah fitrah alami/kebutuhan biologis setiap makhluk.

5. Letakkan dalam satu area

Setelah jadwal diatur, cobalah untuk meletakkan kucing pejantan dan kucing betina di satu daerah yang sama.

Lakukan metode ini antara jam 8 atau jam 9 pagi. Biarkan mereka saling berdekatan. Jangan paksa mereka untuk bersentuhan satu sama lain. Biarkan saja.

6. Biarkan kucing melakukannya secara alami

Meskipun sudah melakukan pembiasaan, pada masa-masa ini kucing juga akan merasa ‘malu’.

Jadi, sekali lagi, biarkan saja kucing mendekat satu sama lain tanpa intervensi dari kalian sebagai pemiliknya.

7. Kucing saling mengejar

Setelah mereka terbiasa saling dekat, biasanya kedua kucing tersebut akan saling berkejaran. Itu adalah tanda kucing menunjukkan rasa nyamannya.

Itu juga membuktikan kalau mood kedua kucing tersebut sedang baik. Biarkan mereka saling berkejaran.

8. Pisahkan sementara

Setelah main kejar-kejaran cukup lama, pisahkan sementara kedua kucing tersebut di dua area berbeda.

Misal, si kucing betina di dalam kamar, sementara kucing jantan dibiarkan bebas berkeliaran.

Hal ini adalah trik untuk menumbuhkan rasa rindu di dalam diri si kucing. Mungkin kalian juga sering melihat kucing kampung liar yang setiap hari datang mengunjungi kucing rumahan. Meskipun sudah diusir berkali-kali, kucing tersebut tetap saja datang sampai akhirnya kucing kalian hamil. Kecolongan.

9. Lakukan sedikitnya selama 3 hari

Lakukan proses pendekatan dan pemisahan, sedikitnya selama 3 hari berturut turut.

Dalam proses tersebut, kucing mungkin akan kawin sebanyak 3 sd. 5 kali dalam sehari. Nah, bila kalian ingin kucing betina cepat hamil, pertemukan mereka selama minimal 3 hari.

Jika tanda-tanda hamil sudah terlihat, birahi kedua kucing tersebut akan turun secara berangsur-angsur.

10. Lakukan pemisahan secara bertahap

Kalau kucing kalian dikawinkan dengan kucing teman yang rumahnya berjauhan, jangan pisahkan kucing secara langsung. Pisahkan secara perlahan-lahan secara bertahap.

Ketika kucing betina sudah hamil, secara alami mereka tidak akan mau didekati oleh kucing jantan dan tidak mau dikawini. Jadi selebihnya biasa-biasa saja.


Demikian. Seperti itulah cara mengawinkan kucing dengan metode pendekatan dan pemisahan. Setelah kucing kailan melahirkan, biarkan induk kucing memberi anak-anaknya susu dari tubuhnya sendiri, karena susu tersebut memiliki kandungan kolostrum yang dibutuhkan anak kucing. Baca selengkapnya tentang merawat anak kucing di sini: cara merawat anak kucing baru lahir.

Terima kasih.

Apa Komentarmu?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.