rumah sehat memiliki perpustakaan

9 Kriteria Rumah Sehat Idaman

kriteria rumah sehat
sumber: konstruksirumah.com

Kriteria Rumah Sehat Idaman – Rumah merupakan kebutuhan pokok manusia selain makanan dan pakaian. Arti dari bangunan kokoh itu tidak hanya sebagai hunian melepas lelah setelah bekerja saja. Tetapi lebih dari itu.

Rumah harus menjadi titik awal di mana kita membangun kehidupan yang layak, sehat, harmonis, dan sejahtera. Tidak harus mewah, yang penting memenuhi kriteria-kriteria rumah sehat. Maksudnya rumah sehat adalah rumah yang kondisi fisik, biologi, kimia, dan unsur-unsur yang terdapat di dalamanya …

… memungkinkan penghuni mendapatkan kenyamanan dan derajat kesehatan yang tinggi.

Rumah sehat mempunyai parameter standar yang ditetapkan oleh pemerintah dalam Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor: 829/Menkes/SK/VII/1999 yang bisa dibaca di sini.

Inti dari Keputusan Menteri di atas yaitu, rumah sehat harus memiliki syarat sebagai berikut.


1. Ventilasi yang Baik


rumah sehat memiliki ventilasi yang baik
sumber: infoharmoni.blogspot.com

Rumah sehat harus memiliki ventilasi di semua ruangan. Hal ini akan menyebabkan sirkulasi udara di dalam rumah lancar sehingga ruangan tetap terjaga kesegarannya, dan yang lebih penting baik bagi kesehatan seluruh penghuni rumah.

Kekurangan ventilasi akan menyebabkan ketidakseimbangan kadar O2 dan CO2 di dalam rumah. Kadar CO2 yang bersifat racun hasil dari pembuangan menjadi meningkat, dan O2, gas yang diperlukan paru-paru, kadarnya menurun.

Kurangnya ventilasi juga akan meningkatkan kelembapan di dalam ruangan karena terjadi proses penguapan cairan dari kulit dan penyerapan.

Nah, kelembapan menjadi ‘suasana’ yang menyenangkan bagi bakteri-bakteri patogen (penyebab penyakit) menyerang manusia. Hal ini tentu tidak lolos standar yang telah ditetapkan KepMen di atas.

Sudah dibaca?

Ventilasi ada 2 macam, yaitu:

  • Ventilasi Buatan

    Sirkulasi udara yang terjadi dengan menggunakan alat-alat khusus seperti kipas angin dan mesin penghisap udara.

  • Ventilasi Alamiah

    Sirkulasi udara yang terjadi secara alami dari jendela, pintu, lubang angin, dan celah-celah lainnya.


2. Lantai yang Tidak Berdebu pada Musim Kemarau dan Tidak Becek pada Musim Hujan


lantai rumah sehat minimalis
sumber: rummahminimalis.blogspot.com

Hari ini banyak sekali jenis lantai rumah. Ada yang dari semen, ubin, keramik, bahkan sekadar tanah yang dipadatkan. Itu tidak masalah bila syarat pentingnya terpenuhi, yaitu, tidak berdebu ketika musim kemarau dan tidak becek saat musim hujan.

Hal ini tetap merujuk pada Keputusan Menteri di atas yang menyebutkan bahwa debu total tidak boleh lebih dari 150  µg m3.

Ada beberapa hal rekomendai untuk membuat lantai rumah yang dapat menciptakan suasana sejuk untuk sebuah ruangan.

  • Lantai keramik

    Pada umumnya lantai ini terdiri dari dua lapisan, yaitu, keramik itu sendiri dan glasur (bagian yang mengkilat) yang membentuk warna dan tekstur pada keramik. Lantai keramik menjadi favorit orang Indonesia karena kemudahan mendapatkannya.

  • Lantai Marmer

    Sebuah jenis batu kristalin kasar yang terbuat dari batu gamping atau dolomit. Lantai marmer memiliki karakter yang khas dan mampu membuat rumah minimalis lebih berkelas. Selain itu pori-pori yang lebih besar dari lantai keramik membuatnya lebih gampang menyerap air, tapi di sisi lain agak butuh banyak perhatian dalam membersihkannya supaya marmer tidak bernoda.

  • Lantai Granit

    Bila dibandingkan dengan lantai marmer, granit mempunyai pori-pori yang lebih rapat. Ini menyebabkan daya serap terhadap cairannya kecil, hanya 0,05%. Oleh karena itu tidak begitu memerlukan cara mengepel lantai granit yang ‘khusus’. Sifat dari lantai granit adalah dingin dan kokoh sehingga cocok untuk memberikan suasana sejuk.

  • Lantai Tegel

    Tegel terbuat dari campuran pasir dan semen yang dipoles dengan motif dan pewarnaan yang cantik. Lantai tegel berkarakteristik dingin. Lebih dingin dari keramik. Lantai tegel biasanya dipasang di rumah-rumah tradisional, sehingga cocok bila kita menginginkan suasana sejuk dan ‘antik’.

    Namun kekurangannya adalah lantai tegel ini kasar bila masih baru. Mungkin kita yang menginjaknya akan kurang nyaman. Tetapi ada cara untuk menghaluskannya, yaitu dengan mengepelnya dengan ampas kelapa dan solar.


3. Atap Rumah Sehat


atap kriteria rumah sehat
sumber: desainrumahid.com

Genteng adalah atap yang umum digunakan baik di daerah perkotaan atau pedesaan. Selain terjangkau, genteng juga cocok untuk daerah beriklim tropis seperti Indonesia.

Ada beberapa genteng yang bisa kita pakai. Berikut bahan-bahan genteng beserta kelebihan dan kekurangannya.

  • Genteng Keramik

    Genteng ini terbuat dari tanah liat yang telah melewati proses pabrikasi. Oleh sebab itu, permukaan genteng keramik ini mengkilat. (Kelebihan: menantulkan panas, presisi. Kekurangan: cukup mahal)

  • Genteng Terakota

    Genteng tradisional yang terbuat dari tanah liat. Prosesnya dibakar secara manual. Genteng ini yang banyak digunakan oleh masyarakat. (Kelebihan: harga ekonomis. Kekurangan: ukuran dan variasi tidak beragam)

  • Genteng Beton

    Genteng Beton diproduksi dalam bentuk datar (flat). Genteng beton belakangan sedang popular. (Kelebihan: warna bervariasi, ukuran besar. Kekurangan: Lebih berat, tidak memantulkan panas)

  • Genteng Metal

    Terbuat dari baja lapis ringan yang merupakan campuran dari alumunium, seng, dan silikon yang bergelombang. (Kelebihan: ringan. Kekurangan: ukurannya tipis-tebal. Jika terinjak resiko pecah dan melengkung besar, daya serap panas matahari tinggi)

  • Genteng Fiber

    Terbuat dari campuran semen, serat mineral fiber, dan bahan penguat. Genteng fiber ini sekeras beton. Bentuknya lembaran yang bisa dipakai untuk konstruksi dinding, atap, dan plafon. (Kelebihan: ringan, berdimensi besar, bebas asbes. Kekurangan: kurang menyerap panas


4. Cahaya yang Cukup


jendela rumah sehat minimalis
sumber: myhappyhome.shelterscotland.org

Rumah yang sehat harus memiliki pencahayaan yang cukup, artinya tidak terlalu banyak juga tidak terlalu sedikit.

Kekurangan cahaya, utamanya cahaya matahari, akan menyebabkan bakteri-bakteri penyakit mudah berkembang, misalnya jamur di lemari. Atau bahkan jamur yang menyebar ke hewan peliharaan seperti jamur pada kucing.

Untuk itu pencahayaan ini perlu diperhatikan dengan serius agar rumah yang kita huni tergolong rumah yang sehat.

Cahaya pun terbagi menjadi 2, yaitu:

  • Cahaya alamiah

    Cahaya matahari adalah cahaya alamiah. Tuhan tidak menciptakan sesuatu kecuali bermanfaat. Bakteri-bakteri patogen bisa musnah dengan cahaya matahari, misalnya bakteri TBC. Oleh karena itu rumah yang sehat harus mempunyai jalan masuk cahaya matahari yang cukup.

    Baiknya memang luas jendela adalah 15% — 20% dari luas lantai yang terdapat dalam rumah.

    Perlu diperhatikan, jendela harus bisa menjadi jalan masuk cahaya matahari selain juga berfungsi sebagai ventilasi. Usahakan cahaya matahari yang masuk tidak terhalang oleh bangunan lain.

    Posisi jendela juga harus diperhatikan agar perputaran matahari dari timur ke barat searah dengan letak jendela agar sinar matahari lebih lama masuk menyinari ruangan dalam rumah.

  • Cahaya buatan

    Menggunakan sumber listrik yang dialirkan ke alat elektronik yang bisa memancarkan cahaya, misalnya lampu TL yang memiliki efek ultraviolet.


5. Luas Bangunan yang Sesuai


luas bangunan rumah sehat
sumber: truz.32-b.it

Luas bangunan rumah sehat harus sesuai dengan jumlah penghuni di dalamnya. Tetapi hal ini kadang-kadang menjadi sulit untuk dilakukan mengingat kemampuan setiap orang berbeda-beda dalam hal materi, dan tidak bisa seenaknya untuk memperluas bangunan.

Tetapi untuk referensi, perlu untuk disampaikan bahwa luas bangunan yang tidak sebanding dengan jumlah penghuninya akan menyebabkan terjadinya ‘rebutan’ O2 yang itu berarti akan menjadi tidak seimbang antara ketersediaan O2 dalam rumah dengan CO2 yang dihasilkan. Ini tidak baik.

Ditambah lagi dengan penjubelan (overcrowded), bila salah satu penghuni terkena penyakit, akan mudah untuk menular ke penghuni lainnya.


6. Fasilitas-fasilitas Rumah Sehat


rumah sehat memiliki perpustakaan
sumber: www.rumah-interior.com

Rumah sehat tidak hanya berfokus pada kesehatan fisik, tetapi juga melingkupi kesehatan rohani atau keadaan jiwa. Maka hendaknya rumah sehat itu memiliki fasilitas-fasilitas sebagai berikut:

  • Pembuangan air limbah khusus (air bekas)
  • Pembungan tinja
  • Pembuangan sampah
  • Penyediaan air bersih yang cukup
  • Dapur bersih
  • Ruang berkumpul keluarga
  • Perpustakaan kecil atau mushola
  • Taman yang ditanami tanaman obat

7. Jarak Septictank Ideal


jarak septic tank dengan rumah sehat
sumber: en.wikipedia.org

Septictank mutlak harus ada di rumah sehat, fungsinya untuk menampung kotoran/tinja. Hal yang harus kita perhatikan adalah jarak septictank dari sumur atau sumber air rumah kita.

Paling minimal jarak antara septictank dengan sumur rumah sehat adalah 7,5 meter. Idealnya memang antara 10 – 30 meter. Hal itu agar air yang kita konsumsi tidak bercampur dengan air serapan dari lingkungan sekitar kita.


8. Taman yang Sejuk dan Sehat


halaman belakang rumah sehat
sumber: konstruksirumah.com

Taman bisa menjadi sumber oksigen tambahan, selain juga menambah kesejukan sekitar rumah sehat kita.

Bila tidak punya halaman, kita bisa menanamnya di dalam pot lalu disusun sedemikian rupa agar tidak hanya sehat tetapi juga indah. Disarankan memang menanam tanaman obat yang mempunyai manfaat untuk kesehatan.


9. Hal-hal yang Harus Dilakukan di Rumah Sehat


rumah sehat di pel setiap hari
sumber: www.youtube.com
  • Bukalah jendela setiap pagi
  • Pisahkan sampah kering dan basah, dan buang setiap hari.
  • Bersihkan kamar mandi secara teratur minimal seminggu sekali. Kuras air di bak, sikat lantai, dll.
  • Bersihkan rumah secara teratur setiap hari; nyapu, sedot debu, pel.
  • Bersihkan kulkas minimal 1 bulan sekali.

***

Nah, itu dia kriteria rumah sehat idaman yang satriabajahitam rangkum dari berbagai sumber.

Semoga bermanfaat!

Apa Komentarmu?