Jadilah Orang Asik

sumber: http://introvertspring.com/
sumber: http://introvertspring.com/

Semenjak SMK, keahlian bergaul Saya tidak pernah meningkat. Sulit rasanya untuk berkenalan dengan orang baru, apalagi ngobrol lama-lama dengan mereka.

Selama itu, Saya tidak pernah melakukan basa-basi pengakraban pada siapapun; kalau punya sesuatu untuk dibicarakan, Saya bicara. Tapi kalau tidak ada … ya diam.

Tidak di sekolah, tidak di rumah; sama saja begitu.

Kadang-kadang orang tua Saya marah dengan sikap seperti ini. Tapi gimana, ya … ini kan bawaan. Seringkali, mungkin ini durhakanya Saya, saat mereka marah Saya pergi tutup telinga.

Cinta damai sekali.

sumber: http://il6.picdn.net/
sumber: http://il6.picdn.net/

Tapi belakangan, Saya merasa bahwa sikap seperti ini adalah salah. Semacam merasa jenuh berdiam sendirian di pojok kamar tanpa melakukan interaksi dengan manusia nyata.

Pada hakikatnya memang Saya introvert, tapi juga zoon politicon; manusia sosial yang butuh bertatap muka, bukan hanya bertatap layar saja.

Pedagang Kaki Lima itu Ksatria

Setelah sekian lama mencoba meng-ekstrovert-kan diri, akhirnya sedikit demi sedikit Saya mulai berubah. Ada semacam rasa penasaran terhadap diri orang lain. Terutama pada orang-orang yang, kelihatannya, bahagia sekali …

… padahal kalau dinilai secara profesi, mereka sedang susah berjuang lebih keras dari orang lain; merekalah pedagang kaki lima.

sumber: https://upload.wikimedia.org
sumber: https://upload.wikimedia.org

Saya jadi senang ngobrol dengan mereka-mereka. Mulai dari bertanya, “Dari mulai kapan dagang seperti ini?” sampai, kadang-kadang, bertanya keadaan keluarga dan keinginan ke depannya mau seperti apa.

Entah, Saya merasa mereka asik sekali kalau diajak ngobrol. Semacam memancarkan aura super saiyan yang menyengat-nyengat semangat.

Jujur, Saya selalu kagum dengan orang-orang yang berjuang lebih untuk hidupnya. Daripada mereka yang naik mobil mewah tapi tidak punya kepedulian lebih.

Masuk Kuliah Diceramahi

sumber: http://www.duniaq.com/
sumber: http://www.duniaq.com/

Setelah sedikit membiasakan diri ngobrol dengan pedagang kaki lima, saat kuliah juga Saya diceramahi oleh seseorang yang Saya jadikan role model dalam berbicara di depan umum.

Dia berkata, “Jadilah orang yang asik. Ketika diajak ngobrol A nyambung, ngobrol B, nyambung. Banyak kenalan dan pencair suasana.”

Kurang lebih seperti itu.

Saya terinpirasi dari kata-kata beliau sampai hari ini, meskipun dalam prakteknya amat sulit dilakukan. Dengan menjadi orang asik, itu berarti Saya harus lebih banyak mencari informasi agar nyambung dengan obrolan apapun.

Bukankah begitu?

Panjang Saya berkontemplasi, memikirkan cara praktis yang sangat mungkin untuk dilakukan untuk menjadi orang asik tanpa harus mencari informasi tentang sesuatu yang, sebenarnya, kurang Saya minati.

sumber: http://s2.thingpic.com/
sumber: http://s2.thingpic.com/

Aktif Bercanda

Cara yang Saya temukan kemudian adalah … dengan memperbanyak porsi bercanda, baik itu di dunia nyata maupun di dunia maya …

… yang penting lawan bicara Saya, siapapun itu, senang ketika berada di dekat Saya.

sumber: http://cdn0-a.production.liputan6.static6.com/
sumber: http://cdn0-a.production.liputan6.static6.com/

Banyak hal yang Saya lakukan saat membercandai orang lain, mulai dari plesetan kata sampai menjawab pertanyaan dengan diksi yang tidak nyambung tapi disambung-sambungkan.

Mempelajari Manusia

Ini bagian menariknya.

Terinspirasi dari satu perkataan saja, “Jadilah orang asik.” Saya berubah jadi orang yang senang sekali membaca orang lain, meskipun dengan terbata-bata.

Buku-buku mengenai hubungan Saya baca. Di antaranya buku Bagaimana Mencari Kawan dan Memengaruhi Orang lain karya Dale Carnegie dan bukunya John Gray, Ph. D. Men Are From Mars, Women Are From Venus.

Jadilah kemudian Saya perhatian terhadap semua orang, mengawasi gerak-geriknya, busana, cara bicara, status, dll. lalu menyesuaikan cara bicara Saya dengan mereka.

sumber: https://id-tia-techinasiacom.netdna-ssl.com
sumber: https://id-tia-techinasiacom.netdna-ssl.com

Di posting-posting sebelumnya, kan, sudah Saya katakan tentang teknik mirroring dalam berinteraksi dengan orang lain. Nah, itulah salah satu hasilnya.

Selain itu juga, kan, Saya dokter curhat.

Bener, kan? Benerin aja, deh.

Apa Komentarmu?